Gol Peter Schmeichel Lebih Indah Dari Ronaldo Atau Gareth Bale

manipurbjp.org –┬áPemain Legenda Manchester United, Peter Schmeichel memberikan pujian dan rasa kagumnya atas gol kalajengking Riley McGree yang menjadi salah satu nominasi dalam penghargaan gol terbaik FIFA atau Puskas Award.

McGree mencetak gol yang membuat dunia berdecak kagum lewat sebuah cara yang luar biasa dan mengejutkan untuk Newcastle Jets ketika melawan Melbourne City. Gol itu sendiri membantu Jets bangkit dan melaju ke pertandingan final.

Dan sekarang, gol dari pemain Australia yang baru berusia 19 tahun tersebut bersaing dengan gol-gol dari nama-nama beken seperti Cristiano Ronaldo, Lionel Messi hingga Gareth Bale untuk FIFA Puskas Award.

Tetapi bagi Peter Schmeichel, gol dari Riley McGree akan menjadi jagoannya di FIFA Puskas Award ketimbang gol dari Cristiano Ronaldo atau pun Gareth Bale.

Kekaguman Peter Schmeichel

“Bila saya diminta memilih, saya tidak akan memilih gol Ronaldo atau Bale. Saya benar-benar suka gol dari Riley McGree. Itu luar biasa,” ujarnya kepada FIFA.com.

“Dia hanya berpikir untuk melakukannya. Bola di belakang anda, dan anda menjentikkannya dengan bagian tumit anda. Anda melihat kiper hanya berdiam di tengah situ. Satu hal yang dia tidak bisa menyangkanya adalah gol itu,” tambahnya. “Saya pikir itu adalah gol brilian,” tandasnya.

Riley McGree1

Riley McGree Nyaris tidak Percaya bisa membuat Gol Indah

McGree sendiri untuk saat ini merupakan pemain pinjaman dari Club Brugge. Dikatakannya, gol yang ia cetak itu butuh improvisasi dan dia beruntung bisa melakukannya dengan baik.

“Anda mencoba sesuatu yang benar-benar dan jika itu terbayar, dilakukan dengan baik. Ini sedikit naluriah. Anda harus memiliki sedikit improvisasi,” ujar pemain yang baru berusia 19 tahun tersebut.

“Saya tidak terlalu ingat gol itu, itu semua sangat cepat. Bola datang dan saya pikir saya harus mengarahkannya ke gawang entah bagaimana jadi saya menjangkaunya dan mendapati kontak yang sangat kuat pada bola – mungkin lebih dari yang saya harapkan – dan berhasil mengarahkannya ke arah gawang,” imbuhnya.

“Saya merasa saya memiliki koneksi yang baik dan tahu itu adalah kesempatan, melihat [kiper] Dean Bouzanis di luar garisnya. Saya tidak percaya. Ketika saya menengok lagi ke belakang, saya pikir wajah saya kala itu mengatakan itu semua benar-benar terjadi,” tandasnya.